Mempelajari dan mengamati fotografi dapat diibaratkan dengan mengamati keran air mengalir yang ditampung di wadah/ember. Apa maksud dari perumpamaan ini? Mari kita coba uraikan satu per satu.
Bayangkan air sebagai cahaya dan wadah penampungnya adalah kamera. Shutter speed diibaratkan sebagai kecepatan kita membuka dan menutup keran. Sementara diafragma (aperture) adalah seberapa besar kita membuka keran dan ASA/ISO adalah kehalusan filter yang kita pasang di mulut keran.
Shutter speed menentukan kecepatan buka-tutup lensa. Jika kita mengibaratkan sebagai tuas keran air, semakin lama kita membukanya semakin banyak pula air yang tertampung di wadah. Sama halnya dengan kamera, semakin lama kita membuka lensa semakin banyak cahaya yang masuk dan diterima film. Demikian pula sebaliknya.
Aperture adalah pengaturan seberapa besar bukaan lensa. Dalam perumpamaan keran air, semakin besar keran dibuka, semakin banyak pula air yang ditampung di wadah. Dalam kamera, semakin besar bukaan lensa, cahaya yang diterima film pun semakin banyak.
ASA/ISO menentukan nilai sensitivitas film terhadap cahaya yang diterimanya. Jika dalam perumpamaan keran air, dapat diibaratkan sebagai filter yang terpasang pada mulut keran. Semakin kasar filternya, semakin cepat air yang mengalir namun semakin keruh juga air yang keluar. ASA/ISO pun demikian, semakin tinggi nilainya semakin sensitif terhadap cahaya dan semakin banyak noise yang muncul di foto.
Sumber :
http://indosing-photographer.blogspot.com/2008/03/prinsip-keran-air-di-dunia-fotografi.html
0 komentar:
Posting Komentar