Selasa, 26 Oktober 2010

Tugas Analisa Foto

Sesuai dengan yang sudah didiskusikan di kelas fotografi yang lalu, gue dan teman sekelompok mencoba mempraktikkan apa yang didiskusikan di kelas tentang focal lenght, depth of field, dan speed.
Back to the point, lets see our work..




My team :
1. Hendiana Johanes Philipus
2. Timothy Giovanni Loen
3. Me! Valentinus Adrian Noviandi




Depth of Field
Diafragma Kecil ke Besar










Freeze Object







Panning Object




Kamis, 14 Oktober 2010

Jakartaku Makin Kacau

Oh, tidak ada abisnya kalo ngomongin Jakarta. Apalagi kalo ngomongin gimana sih jalanan si ibukota tercinta ini,, pasti deh beragam pendapat saling bercampur bersatu padu. Beberapa waktu yang lalu, gue sempet mengabadikan foto street shots   secara ngumpet-ngumpet dan pura-pura buat menangkap orang-orang yang bodooo amat sama keselamatan diri dan orang lain di jalan. Mungkin kata mereka dalam hati, "Gak ada polisi ini.. lanjut..." Foto-foto seperti inilah yang gue ambil...menjelaskan betapa rusaknya mental sadar lalu lintas di ibukota ini...



"Kepala kita SNI, Paak...."


"Jilbab saya juga SNI kok Pak..."


"Lawan aja aah... Gue kan yang punya daerah sini"



"Paah beliin adek helm doongg.."
"Papah aja nggak pake helm dek.. Nanti kalo lontong Mama laris Papah beliin ya.."

Waduuh, bahaya Mas! Ati-ati nerobos kereta!


Hmmm...


Hmmm lagi..

Sekian.. Mari kita sama-sama renungkan...

Rabu, 06 Oktober 2010

Jenis Kamera Fotografi

Jenis-jenis kamera berdasarkan proses dan cara kerjanya :
1.     Kamera Obscura
Merupakan jenis kamera pertama yang mampu menghasilkan karya fotografi secara akurat. Proses kerjanya menggunakan plakat besi sebagai media film.


2.     Kamera Single Lens Reflect (SLR)
Prinsip kerjanya adalah menggunakan pantulan sebuah cermin di atas rana yang diarahkan pada lubang bidik (view finder) yang terarah langsung pada lensa. Kemudian dibelakangnya adalah media penerima cahaya (film, sensor ccd atau cmos), sehingga begitu tombol shutter ditekan dan rana terbuka, penerimaan waktu dapat terekam secara akurat. Keuntungan dari mekanisme seperti ini adalah minimnya gejala Parallax Error/kesalahan antara sudut pengelihatan mata dan sudut penangkap objek pada kamera.

3.     Kamera Twin Lens Reflect (TLR)
Adalah kamera dengan prinsip pantulan cermin ganda. Satu pantulan tertuju pada jendela bidik, dan yang lainnya menuju lensa. Kamera ini memiliki kekurangan dalam akurasi komposisi, atau yang biasa disebut Parallax Error. Karena pantulan yang diperlihatkan pada jendela bidik berbeda dengan pantulan yang ada di lensa.


4.     Kamera View
Adalah jenis kamera yang lebih cocok digunakan untuk still life/benda. Menggunakan kamera ini cukup sulit, karena ketepatan perhitungan antara jarak fokus pada objek, jarak antara lensa dan badan kamera akan mempengaruhi hasil pengukuran cahaya dan ketajaman. Perhitungan secara rumus diperlukan dalam hal ini. Kelebihan kamera ini adalah pengendalian distorsi yang baik pada objek.



5.     Kamera Saku
Merupakan kamera yang paling popular. Praktis dan user friendly. Dirancang memang untuk penggunaan sederhana yang fleksibel.

Jenis-jenis kamera berdasarkan ukuran film :
1.     Kamera Small Format
Kamera dengan media penerima cahaya berukuran 35 mm. Kamera ini paling populer karena ukurannya yang kecil dan praktis dibawa.
2.     Kamera Medium Format
Adalah kamera dengan standar media penerima cahayanya (film atau digital) berukuran 100-120 mm.


3.     Kamera Large Format
Merupakan kamera dengan media penerima cahayanya  diatas 120 mm.

Jenis-jenis kamera berdasarkan media perekamnya :
1.     Kamera Polaroid
Kamera ini sangat populer sebelum masa digital merambah di dunia fotografi. Film yang dihasilkan merupakan film positif yang didalamnya sudah terdapat bahan kimia kamar gelap seperti kertas, developer, fixer, yang mampu mencetak kertas foto secara instan.

2.     Kamera Digital
Adalah kamera dengan media penerima cahaya berupa sensor (ccd/cmos, dsb.) data komputerisasi. Kamera ini sangat diminati pada masa sekarang ini.

3.     Kamera Film
Merupakan kamera dengan media penerima cahaya tambahan berupa pita seluloid. Pita ini diselimuti oleh perak helida yang sangat sensitif terhadap cahaya.