Jumat, 09 September 2011

Hubungan Speed, ASA/ISO dan Diafragma


Dalam dunia fotografi, ada salah satu ilmu penting dalam menggunakan kamera yang digunakan untuk memotret. Adalah segitiga exposure fotografi yang menggambarkan eratnya hubungan shutter speed, ISO/ASA, dan diafragma. Dalam menggunakan kamera pocket, hal ini sudah diset secara otomatis di dalam kamera. Namun dalam penggunaan kamera SLR, kita harus melakukan pengaturan setiap komponen tersebut hingga dapat menghasilkan foto yang ideal.

Pedoman segitiga ini sangat baik untuk mencegah terjadinya over exposure/under exposure, yakni suatu keadaan dimana film peka cahaya terlalu banyak menerima cahaya/kekurangan cahaya. Bila terjadi hal ini tentu saja foto yang dihasilkan tidak bagus. Foto yang over exposure terlihat sangat terang dan banyak objek-objek terkesan tipis bahkan hilang. Sementara under exposure berakibat foto terlihat gelap.

Setiap komponen tersebut telah dibahas pada posting sebelumnya, maka sekarang kita membahas tentang contoh penerapan segitiga tersebut :
Dalam keadaan terang, kita dapat men-setting bukaan diafragma ukuran kecil (nilai f besar) agar cahaya yang masuk tidak terlalu berlebihan. Sesuaikan juga dengan shutter speed yang tidak terlalu lambat agar cahaya yang masuk ke kamera tetap kondisinya. Setelah memperharikan kedua hal tersebut, perhatikanlah nilai ASA/ISO pada film. Gunakan ASA/ISO rendah karena mengingat siang hari persediaan cahaya yang masuk ke kamera cukup banyak.


Cara ini tidak mutlak, karena mengingat setiap komponen tersebut berkaitan erat. Sehingga istilah mudahnya, apabila ada yang ditambah maka harus ada yang dikurangi. Apabila ada yang dikurangi maka harus ada yang ditambah.

Sumber :
http://sueswit.net/2011/04/22/memahami-exposure-i/

0 komentar:

Posting Komentar